
Kain-kain berserakan di lantai. Pria-pria berbaju kurung berwarna-warni duduk berkumpul dalam beberapa kelompok. Tak hanya laki-laki, namun perempuan pun turut serta. Masing-masing dari mereka sibuk melipat, mengikat dan membentuk destar khas melayu yakni tanjak dan tengkolok yang sedang mereka pelajari.
Mereka yang berjumlah 49 orang itu, tampak begitu khusyuk mengikuti bengkel tanjak yang menjadi rangkaian kegiatan Tamadun Melayu. Event tersebut diadakan Yayasan Taruna Bangsa bersama Ahlul Tanjak Nusantara di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kepri, anggal 8 – 10 Maret 2019.
Baca juga: Tamadun Melayu Soroti Tanjak Khas Kepri
Wanita dan pria-pria yang hadir berasal dari berbagai daerah dan juga negara. Ada yang datang dari Kepri, Dumai, Pekanbaru, Pontianak dan daerah lainnya. Ada juga yang datang dari Malaysia.
"Kita undang tenaga pengajar yang memang ahlinya tentang tanjak. Jadi, bukan sembarangan orang. Ada gurunya dari Malaysia. Karena pakarnya memang terbatas untuk memberikan serta mengajarkan pembuatan tanjak khas warisan melayu." jelas Beri Kurniawan, Ketua Yayasan Taruna Bangsa.
Johan Iskandar, Ketua Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu mengatakan acara ini mengupas tentang seni pembuatan dan pemakaian Tanjak dan Destar atau Tengkolok.
Ia mengatakan, masing-masing dari peserta harus melewati 3 tahap yang telah ditentukan. Tahap pertama membuat 7 jenis tanjak yang lebih mudah. Lanjut ke tahap kedua mempelajari pembuatan tanjak yang agak lebih sulit dan Tahap ketiga mereka semua harus mengulang kembali semua yang telah mereka dapatkan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News