Setelah Makan Siang Tapi Masih Lapar? Rujak Samalangan Aja Yuk!

Setelah Makan Siang Tapi Masih Lapar? Rujak Samalangan Aja Yuk! - GenPI.co
Rujak samalangan sedang diolah. (Foto: Piasan Mata)

Rujak Samalangan ini dikatakan berbeda dengan rujak pada umumnya. Sebab ada tambahan bahan lain yang membuat cita rasanya semakin kaya.

Sebagaimana rujak pada umumnya, buah yang digunakan pada Rujak Samalangan adalah yang masih mengkal dan belum matang betul. Sementara bumbunya sedikit  unik lantaran menambahkan pisang monyet atau rumbiah (salak Aceh) di dalamnya.

Pembuatannya juga menarik. Rujak itu diulek di sebuah napan batu berukuran besar yang bisa menampung 50 porsir rujak.

Harga yang ditawarkan hanya Rp 7 ribu yang bisa didapatkan di pedagang pinggir jalan di Aceh. Cara penyajiannya rujak biasanya memang dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama ditaruh di  piring. Sementara yang kedua, rujak samalangan di sajikan di atas daun pisang. 

BACA JUGA: Mirip Nasi Uduk, Kuliner dari Desa Batu Merah Ambon ini Juga Enak

Pembeli yang makan di warung, biasanya disediakan di dalam piring, sedangkan yang akan dibawa pulang, biasanya dibungkus dengan daun pisang yang tentu menjadi ciri khas tersendiri. 

Sering waktu, rujak samalangan mendapatkan sejumlah modifikasi. Ada pedagang yang mencampurnya dengan es krim. Rasanya jadi semakin kaya dan pas di makan saat cuaca sedang terik. 

Video populer saat ini:

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya