
Tidak perlu takut, karena para hiu paus ini sangat ramah. Tapi ingat, dilarang memegang langsung hewan-hewan besar ini. “Hiu paus ini sangat dijaga oleh warga sekitar. Mereka juga diberi makan pagi dan sore. Apalagi sekarang mereka memberikan kontribusi buat warga,” tutur Tomi.
Keberadaan hiu paus di Desa Botu Barani sudah ada sejak lama. Warga pun sudah akrab dengan hewan ini jauh sebelum menjadi atraksi wisata. Sekitar tahun 2015, atraksi ini mulai terdengar luas. Dan sejak saat itu wisatawan mulai berdatangan.
Oh iya, ada waktu-waktu terbaik buat menyaksikan atraksi ini. Yaitu sekitar bulan Mei hingga Juli. Asd sekitar 8 ekor hiu paus yang terlihat. Dan di bulan itu, kerap terlihat aktivitas lumba-lumba sekitar hiu paus.
Bila ada waktu baik, ada juga waktu yang kurang bagus. Yaitu sekitar September hingga awal tahun. Bahkan hiu paus bisa benar-benar menghilang. “Ada beberapa penyebab hiu paus tidak terlihat. Pertama karena itu adalah saatnya mereka migrasi. Yang kedua karena adanya orka (paus pembunuh),” imbuh Tomi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News