
GenPI.co - Menyebut Mulut Seribu, mungkin hanya masyarakat Rote Ndao saja yang mengenalinya. Jangankan orang Indonesia, sebagian besar masyarakat NTT saja belum banyak yang.
Padahal, Mulut Seribu menyuguhkan pesona wisata yang mengagumkan. Hanya saja, destinasi wisata ini kurang promosi.
Namun kini Pemerintah Provinsi NTT berniat mengembangkannya dengan serius. Gubernur NTT Viktor B Laiskodat pun telah melakukan kunjungan ke kawasan ini pada Senin, (29/4).
Baca juga: Akan Jadi Tempat Wisata, Warga Mulut Seribu Dilarang Bom Ikan
Rencananya, Mulut Seribu akan dijadikan kawasan wisata eksklusif. Pembangunan resort bahkan helipad telah dimatangkan. Dibangun juga area budidaya ikan kerapu untuk mendukung pariwisata setempat dari sektor kuliner.
Mulut Seribu berlokasi di Papela, Rote Timur. Dari Kota Ba’a Ibukota kabupaten Rote Ndao, Mulut Seribu dapat menggunakan kendaraan charter dengan biaya sewa Rp500 ribu. Waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Sepanjang perjalanan dijamin tak aka bosan lantaran suguhan pemandangan kawasan pesisir yang eksotis.
Lanskap Mulut Seribu memang mirip sekali dengan Raja Ampat, Papua Barat. Tampilannya eksotis dengan deretan karang-karang besar yang berdiri kokoh di atas permukaan air yang tenang. Sementara vegetasi tumbuh memenuhi bagian atas karang-karang tersebut.
Atraksi yang bisa dilakukan adalah mengelilingi kawasan perairan tersebut dengan menaiki perahu. Biaya sewanya antara Rp500 ribu hingga 1 juta rupiah. Kamu akan diajak berkeliling teluk Mulut Seribu menikmati tampilan eksotis karang-karang yang seolah adalah replika Raja Ampat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News