
GenPI.co - Baru-baru ini beredar kabar soal penipuan investasi valuta asing atau foreign exchange (forex/valas) Sunton Capital, robot trading asal Inggris, yang dilaporkan merugikan banyak nasabah.
Di Indonesia, kasus robot trading kembali ramai setelah seorang warga melaporkan manajemen investasi robot kripto Mark Ai ke Polda Metro Jaya.
Laporan itu disampaikan karena yang bersangkutan merasa dirugikan hingga Rp 126 juta.
BACA JUGA: Perusahaan Trading Guyur Tim Basket Prawira Bandung Rp 10 Miliar
Bagaimana cara user untuk mengidentifikasi dan memilih robot trading agar tidak tertipu?
(Dessy Rahmawati, 24 tahun, Jakarta Pusat)
BACA JUGA: Mau Trading Forex, Saham, atau Komoditas? Baca Ini Dulu
Jawaban
Ekonom Institut for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda
BACA JUGA: Tegas! OJK Beber Cara Berantas Pinjol Ilegal
Robot Trading ini sebenarnya semacam otomatisasi sistem investasi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News