
Akan tetapi, pendapatannya terus bertambah dan optimisme terhadap bisnis es doger kian bertumbuh.
"Seminggu aku jualan untung hari pertama Rp 40 ribu. Ada semingguan itu sudah Rp 150-200 ribu. Aku berpikir ini bisa untuk jalan hidup," ujarnya.
Bisnis es dogernya makin hari kian moncer. Dia memangkalkan gerobaknya di Jalan Kusbini, di depan Balai Yasa, Yogyakarta.
BACA JUGA: Doni Bisnis Tahu Aci, Omzet Besar, Tembus Rp 1,4 Juta Sehari
Seporsi es dogernya dibanderol Rp 12.000. Setelah bisnisnya memelesat, dia juga menjual siomai sebagai pelengkap es doger.
Maringan punya alasan kuat untuk menambahkan siomai ke dalam daftar jualannya.
BACA JUGA: Manfaatkan Coffee Shop, Fikri Buka Bisnis Gelato, Hasil Lumayan
"Gimana caranya biar tambah ramai? Kita harus tambah menu terus. Tapi kita (ada) kalkulasinya," ucapnya.
Dari bisnisnya tersebut, dia membuka jumlah omzet hariannya yang mencapai puluhan juta.
BACA JUGA: Pardi Jual Tahu Gejrot, Omzet Rp 2 Juta Sehari, Bisa Beli 2 Rumah
"(Omzet harian, red) nggak mesti. Kalau pas adikku nggak jualan bisa Rp 10 juta," tuturnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News