
"Saya belajar (sendiri, red). Langsung jualan saja, alhamdulillah dikit-dikit, lama-lama jadi ramai," ujarnya.
Seporsi tahu gejrot ia jual dengan banderol Rp 8.000. Pembeli akan dikenakan biaya lagi sekitar Rp 2.000 jika ingin tambahan bumbu.
Dari hasil jualannya tersebut, omzet harian bisa menembus Rp 2 juta.
BACA JUGA: Merintis Menepi Coffee, Taufan Raih Omzet Rp 50 Juta per Bulan
Namun, dia tak menampik penjualannya tak selalu ramai. Ada kalanya, bahan bakunya masih tersisa.
"Kalau sisa sedikit atau berapalah taruh di freezer (kulkas, red) rasanya biasa lagi. (Bahan baku tahan) dua hari tiga harilah." ucapnya.
BACA JUGA: Dari Kopi Botolan Jadi Punya Kedai, Bisnis Avif To The Moon
Pardi boleh berbangga, meski hanya berjualan tahu gejrot, dua rumah berhasil dibelinya.
Dia tak pernah malu meski hanya menjadi penjual tahu gejrot. Di pikirannya, istri dan anaknya bisa terus berbahagia.
"Paling penting percaya diri, nggak usah neko-neko. Jangan sampai nyerah, nggak usah takut ombak, maju terus," tuturnya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News