
PB Djarum sudah membina bulu tangkis sejak 1969 dan tidak pernah berbicara tentang produk rokok.
"Kata pengurus PB Djarum ‘Pak, saya ini tidak bisnis rokok. Saya ini cuma mengelola ini, cuma mengelola badminton. Lha kok saya disalahkan’. Begitu katanya," ujar Ganjar menirukan percakapannya dengan pengurus PB Djarum.
Menurut Ganjar, penilaian pembinaan bulu tangkis yang dilakukan PB Djarum mengandung eksploitasi anak sangat aneh.
"Bayangkan, sejak 1969, lho. Usia saya saat itu baru setahun mereka (PB Djarum) sudah concern dalam pembinaan atlet, kok, tiba-tiba sekarang disalahkan," katanya. (wisnu adhi nugroho/ant)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News