
Mantan pemain nomor dua dunia tersebut, kini terjerembab ke urutan 21 dunia alias turun tiga tingkat dari pekan sebelumnya.
"Ini adalah peringkat tertinggi China di tunggal putra aktif, kecuali Chen Long, yang tanggal pensiunnya tidak dapat ditentukan," tulis Sohu.
Peringkat Shi Yu Qi diyakini akan terus turun setiap pekan, mengingat sudah hampir satu tahun absen dari seluruh pertandingan internasional akibat hukuman dari Asosiasi Bulu tangkis China (CBA).
BACA JUGA: Kenang Aksi Ea Ea Ea Fans Indonesia, BWF Kangen Istora Senayan
Oleh karena itu, Sohu menilai Shi Yu Qi perlu bekerja keras mengejar ketinggalan pada beberapa turnamen terdekat yakni Kejuaraan Dunia 2022, Japan Open 2022 dan beberapa BWF World Tour Series di bulan September dan Oktober.
"Menurut situasi saat ini, Kejuaraan Dunia berikutnya dan Kejuaraan Terbuka pada bulan September dan Oktober sangat penting. Akan ada 4 acara, dua di Jepang dan dua di Eropa dan Amerika Serikat," tulis Sohu.
BACA JUGA: BWF Tak Anggap Anthony Ginting Raih Emas di Kejuaraan Dunia 2022
Selain tunggal putra, China juga merasakan dampak pada sektor ganda putra lantaran pasangan aktif terbaik Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi kini menempati ke posisi 25 dunia.
He Ji Ting/Tan Qiang yang kini telah bermain dengan pasangan baru masing-masing, juga merosot dari peringkat 18 menjadi 20.(*)
BACA JUGA: Kejuaraan Dunia 2022: Bukan Kevin/Marcus, BWF Jagokan Fajar/Rian
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News