
GenPI.co - Direktur sektor ganda Asosiasi Bulu tangkis Malaysia (BAM), Rexy Mainaky secara terbuka membongkar aib anak didiknya, Aaron Chia/Soh Wooi Yik usai dibantai oleh wakil Indonesia, Pramudya Kusumawarada/Yeremia Rambitan.
Secara mengejutkan, pasangan ganda putra nomor satu Malaysia, Aaron/Soh hancur di tangan pemain non-unggulan asal Pram/Yere di final Badminton Asia Championship (BAC) 2022.
Dalam laga yang digelar di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, Minggu (1/5), ganda putra andalan Malaysia itu gugur melalui dua set langsung berdurasi 29 menit dengan skor telak 21-23, 10-21.
BACA JUGA: Aaron/Soh Dibantai Pram/Yere, Media Malaysia Beri Sindiran Telak
Kekalahan ini pun membuat peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 tersebut gagal meneruskan asa untuk menjadi Juara Asia 2022.
Menanggapi kekalahan Aaron/Soh, Rexy Mainaky pun membeberkan faktor-faktor yang menyebabkan penampilan anak asuhnya tidak maksimal.
BACA JUGA: Pram/Yere Juara BAC 2022, Melati Daeva Langsung Kasih Hati
Melansir dari The Star pada Selasa (3/5), pelatih asal Indonesia tersebut menilai salah satu penyebab utamanya adalah bermain kurang sabar, khsususnya Soh Wooi Yik.
Terutama, setelah berhasil memimpin 18-14 di game pertama, Wooi Yik menjadi tergesa-gesa untuk menyelesaikan permainan.
BACA JUGA: Juara BAC 2022, Pram/Yere Pecahkan Rekor 13 Tahun yang Lalu
"Hari ini, Wooi Yik membiarkan emosinya menguasai dirinya. Setelah memimpin 18-14 di game pertama, ia kehilangan kesabaran," jelas Rexy Mainaky.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News