
Berdasarkan laporan Diario AS pada Kamis (10/3), bos PSG tersebut telah menuntut agar karyawan menghapus rekaman saat dirinya mengamuk.
"Menurut Javier Herraez dari Cadena SER, bos PSG telah menuntut agar karyawan tersebut menghapus rekaman itu [rekaman Al-Khelaifi ngamuk]," tulis laporan Diario AS.
"Didampingi oleh Direktur Olahraga, Leonardo, Herraez membenarkan bahwa Al-Khelaifi terdengar berteriak, 'Aku akan membunuhmu'," tutupnya.
BACA JUGA: Karim Benzema Hattrick, Real Madrid Bantai PSG 3-1
Nasser Al-Khelaif sendiri merupakan mantan atlet tenis profesional, di mana rekam jejaknya tercatat dalam situs web Association of Tennis Professionals (ATP) dan International Tennis Federation (ITF).
Al-Khelaif lahir di Doha, Qatar, pada 12 November 1973 dan menempuh pendidikan di Qatar University dan University of Piraeus.
BACA JUGA: Real Madrid Menggila, PSG Tak Berdaya di Santiago Bernabeu
Pada 2011, Al-Khelaif menjadi chairman perusahaan bernama Qatar Sports Investments (QSi) yang kemudian mengakuisisi PSG.
Pada awalnya, Al-Khelaif menjabat sebagai CEO klub dan ketua dewan direksi, lalu diangkat menjadi presiden klub pada Oktober 2011.
BACA JUGA: Bos PSG Terancam Penjara, Lionel Messi Merapat ke Barcelona
Dengan dukungan dari QSi, PSG pun menjelma menjadi salah satu klub terkaya di Eropa yang mampu membangun tim bertabur bintang.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News