Match Fixing Liga 2 Candu Seperti Narkoba - SOS Minta Usut Tuntas

Match Fixing Liga 2 Candu Seperti Narkoba - SOS Minta Usut Tuntas - GenPI.co
Ilustrasi Federasi Sepak bola Indonesia, PSSI. Match fixing disebut candu seperti narkoba. Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali meminta indikasi match fixing Liga 2 diusut segera. (Antaranews/ar)

GenPI.co - Match fixing disebut candu seperti narkoba. Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali meminta indikasi adanya match fixing dalam gelaran Liga 2 harus diusut segera.

Sebelumnya, Perserang Serang melaporkan dugaan pengaturan skor ke PSSI dan telah memecat lima pemain dan pelatihnya.

Karena, diduga beberapa orang telah menghubungi sejumlah pemain Perserang untuk kalah dalam pertandingan melawan Rans Cilegon United, Persekat Tegal, dan Badak Lampung FC.

BACA JUGA:  Akmal Marhali Lantang Buka-bukaan: Match Fixing Liga 2 Memalukan

Akmal mengatakan, match fixing harus diusut tuntas. Sebab, bisa dikembangkan untuk memerangi pengaturan skor yang menjadi penyakit kronis sepakbola nasional. 

"Ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar sampai ke akar-akarnya," katanya kepada GenPI.co, Jumat (29/10).

BACA JUGA:  PR RANS Cilegon FC di Liga 2, Pelatih: Sudah Kami Evaluasi

Dia mengatakan, jangan sampai kasus ini menguap begitu saja seperti sebelum-sebelumnya. 

"Match fixing itu candu, seperti narkoba," ujarnya.

BACA JUGA:  Liga 2 - RANS Cilegon FC Siap Matikan Bomber Perserang Serang

Menurutnya, jika ada celah sedikit, kasus serupa akan berulang. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya