
"Saya membaca tiba-tiba Moeldoko bicara soal radikalisme dalam suatu kesempatan, dan pada hari yang sama, narasi itu kemudian diamplifikasi secara masif di media-media sosial oleh akun-akun anonim dan langsung mengaitkannya dengan Partai Demokrat," lanjutnya.
Hal ini menurut Dodi Mawardi tidak masuk akal, bagaimana mungkin partai tengah seperti Demokrat, berasas nasionalis-religius bisa dilabeli radikal.
"Tapi ingat Menteri Propaganda Nazi Jerman Josseph Goebbels pernah mengatakan kebohongan yang diulang-ulang akan diterima sebagai kebenaran. Rupanya, taktik Nazi ini yang dipakai oleh kubu KLB ilegal Moeldoko untuk melekatkan label buruk terhadap Partai Demokrat," beber Dodi Mawardi.(*)
Lihat video seru ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News