
Hal tersebut sejalan dengan tesis Ward Berenschot dan Edward Aspinall tentang Demokrasi For Sale.
Dalam tesis tersebut, mereka menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia setiap tahun makin mahal.
Alasan ini yang kemudian memicu politik uang terjadi menjelang pilkada atau pemilu. Namun, bagaimana dengan sekarang?
Menurut Wijayanto, jika dikaitkan dengan data yang ada dan rekam jejak KPK, seharusnya tahun ini KPK bisa menangkap lebih banyak kepala daerah menjelang momen Pilkada 2020.
Akan tetapi, hingga hari ini tercatat baru satu kepala daerah dan satu kader partai.
“Sayangnya, ini adalah KPK yang berbeda,” kata Wijayanto.
Kemerosotan jumlah koruptor yang ditangkap disinyalir akibat dari revisi UU KPK pada tahun lalu. Ia menilai, hal itu menjadi masalah terbesar KPK saat ini.
BACA JUGA: Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Gerindra Siapkan Balasan Mengerikan
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News