
GenPI.co - Guru besar ilmu politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Cornelis Lay meninggal dunia, Rabu (5/8). Cornelis meninggal akibat penyakit jantung.
Sebelum dikebumikan, jenazah disemayamkan di rumah duka Perum Cemara Blok F-13 Krodan RT 13 RW 71, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
BACA JUGA: Usai Prabowo ke Turki, Mendadak Presiden Erdogan Telepon Jokowi
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo tampak melayat di rumah duka. Tjahjo Kumolo dan rombongan dikabarkan datang pada 12.57 WIB dan keluar dari rumah duka pukul 13.40 WIB.
Tjahjo mengaku mengenal dekat sosok Cornelis Lay sejak menjabat sebagai sekjen partai hingga menteri. Dia juga mengenang sosok Cornelis Lay berjasa di balik kesuksesan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
BACA JUGA: Presiden Jokowi Dituding Mengalihkan Isu, Ini Kata Politikus
Dia juga menganggap Cornelis sudah sebagai kakak, dan seniornya mulai menjadi sekjen partai. Selain itu, Cornelis dikenal sebagai orang yang konsisten dalam dunia intelektual.
Tjahjo juga merasa kehilangan sosok Cornelis dan berharap anak maupun rekannya bisa meneruskan pemikiran Cornelis.
Sebelum meninggal dunia, Cornelis Lay diketahui masih sempat memberikan saran kepada Tjahjo untuk membubarkan lembaga. Dalam Pemilu Presiden 2014, Cornelis Lay diketahui menjabat sebagai Ketua Tim Ahli dan Pakar Politik Tim Pemenangan dan Perumus Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News