
“Demokrasi adalah bagian dari ajaran syariat Islam. Jadi, kita boleh memilih,” tegas Irhan.
Ketua Yayasan Banten Peduli Umat (BPU) itu juga meminta masyarakat memfilter narasi provokatif yang bisa memecah belah bangsa.
“Momen setelah pilkada sering menjadi fase yang rawan konflik akibat ketidakpuasan atau manipulasi informasi,” kata Irhan.
BACA JUGA: Pilkada Jawa Tengah, Andika Perkasa: Kami Harus Siap dengan Semua Hasil
Irhan pun mengajak masyarakat menghargai perbedaan pilihan setelah Pilkada Serentak 2024.
“Jangan mudah terprovokasi oknum-oknum yang sengaja memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa. NKRI harga mati,” kata Irhan. (*)
BACA JUGA: Quick Count Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi Mulus, Kotak Kosong 15,46 Persen
Tonton Video viral berikut:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News