
GenPI.co - KPK mendalami terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau shelter tsunami di kawasan Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Juru Bicara KPK Tessa Mahardika mengatakan penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.
“Penyidik sedang pendalaman terhadap para saksi,” katanya dikutip dari Antara, Rabu (31/7).
BACA JUGA: Kepala Bapenda Kota Semarang Diperiksa KPK
Tessa mengaku upaya pendalaman terkait kasus dugaan korupsi proyek shelter tsunami tersebut sudah dilakukan sejak medio Agustus 2023.
“Pengecekan di lokasi sudah pernak dilakukan pada Agustus 2023,” tuturnya.
BACA JUGA: Polisi: Pegawai KPK Gadungan Peras ASN di Bogor hingga Rp700 Juta
Sebelumnya, Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan penyidik menemukan ada penurunan kualitas bangunan pada proyek itu.
Penyidik dalam penanganan perkara ini juga telah menetapkan dua orang menjadi tersangka. Namun KPK masih belum mengungkapkan identitas dan perannya.
BACA JUGA: 3 Rumah Sakit Diduga Lakukan Klaim Fiktif BPJS Kesehatan Bernilai Miliaran Rupiah, KPK: Kami Telaah
Asep mengungkapkan dua tersangka tersebut yakni penyelenggara negara dan pelaksana proyek dari kalangan BUMN.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News