
Yang dididik Akbar ini umumnya anak muda yang akan jadi calon anggota DPR/DPRD. Ada juga yang hanya ingin jadi aktivis di partai politik. Begitu pemilu selesai, sekolah ini berakhir.
Dari podcast-nya tentang BTS di Kemenkominfo itu terlihat bagaimana Akbar gemas pada kasus BTS. Sitorus mengimbangi dengan keterangannya yang membuat penasaran: soal hilangnya nama-nama orang yang terkait, bahkan ada nama yang hilang bersama orangnya sekaligus.
Sitorus sempat melakukan riset serius soal jaminan kesehatan pada masyarakat. Selama dua tahun.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Ponpes Al Zaytun: Zaytun Sinagog
Ia lakukan itu di Melbourne, Australia. Waktu itu, di Indonesia, jaminan kesehatan belum ada. Sifatnya masih belas kasihan. Ia terus berjuang. Agar belas kasihan itu jadi kewajiban.
"Setelah BPJS terbentuk barulah saya meninggalkan LSM bidang kesehatan. Lalu beralih ke LSM Audit Watch ini," ujarnya.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Wang Semah
Tanpa disangka, Sitorus, secara pribadi, menikmati hasil perjuangannya di jaminan kesehatan itu.
"Belakangan istri saya terkena kanker. Istri saya bisa terus melakukan kemo yang biayanya ditanggung BPJS," ujarnya.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Ikatan Dokter Indonesia: Gak Patheken
"Kanker kandungan," jawabnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News