
GenPI.co - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai Prabowo Subianto menjadi magnet sehingga koalisi besar bisa membahayakan Partai Golkar pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Ray pun bisa memaklumi gelagat partai berlambang pohon beringin itu yang ogah-ogahan dengan koalisi besar.
“Koalisi besar justru seperti menenggelamkan Golkar dalam koalisi ini,” kata Ray dalam diskusi bertajuk Koalisi Besar untuk Siapa: Ganjar atau Prabowo atau? di Jakarta, Jumat (14/4).
BACA JUGA: Tinggalkan Gerindra, Sandiaga Uno Tak Komunikasi Lagi dengan Prabowo
Ray menyebut saat ini daya tarik Golkar sudah hilang. Sebab, sosok yang saat ini menjadi magnet ialah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Kalau Golkar agak ogah-ogahan dengan koalisi besar, saya bisa memahaminya,” ucap Ray.
BACA JUGA: Capres 2024: Elektabilitas Ganjar Turun, Prabowo dan Anies Naik
Menurut Ray, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tanpa koalisi besar yang dipimpin Golkar mempunyai daya tawar kuat.
Dia menjelaskan Airlangga pada awalnya dianggap sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang potensial.
BACA JUGA: Cetak Rekor, Elektabilitas Prabowo Subianto Tak Tersentuh di Survei LSI
"Sekarang tenggelam karena kemudian yang menguat ialah Gerindra dengan Prabowo," ucap Ray.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News