
Oleh karenanya, dia mendorong untuk memitigasi munculnya kembali politik identitas, dalam hal ini adalah cebong kampret.
Surokim ingin para elite politik menawarkan politik kebangsaaan, ide dan gagasan ke masyarakat yang tentunya jauh lebih positif untuk membangun peradaban Indonesia lebih baik.
“Semestinya partai politik harus sadar bahwa tantangan yang dihadapi di pemilu 2024 itu jauh lebih kompleks. Masa transisi dari masa pandemi mestinya ada konteks yang perlu diperhatikan, agar kemudian politik dibangun lebih mengarah kepada politik kebangsaan, politik ide, politik gagasan, di mana menurut pendapat saya, itu jauh lebih positif untuk membangun peradaban politik kita yang lebih elegan,” ungkapnya.(*)
BACA JUGA: Genjot Investasi Lewat Hilirisasi, Menteri Bahlil Disanjung Pengamat
Video seru hari ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News