
Kata beliau, jangan terlalu cemas dengan penghasilan. Bukan besarnya yang penting, tetapi berkahnya. Menikah adalah jalan untuk memanen keberkahan.
Bang Ado sekali lagi memberi selamat sebelum aku keluar dari ruangannya. Saya sedikit terbebani oleh pesannya yang terakhir, ”hati-hati saja sama Eel,” katanya.
Saya bertanya, ”Kenapa, Bang? Saya malah sejak awal agak berhati-hati sama Mas Jon…”
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan dan Hasan Aspahani: Siapa Membunuh Putri (3)
”Jon sudah selesai, sudah bisa kamu atasi itu. Bertahun-tahun koran ini tergantung sama dia, sejak kamu ada, tak bisa lagi dia mengatur berita semau dia. Sandra itu buktinya. Kalau tak ada kamu, Dur, tak akan bisa jadi semenarik itu liputan koran kita,” kata Bang Ado.
”Kalau Bang Eel kenapa?”
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Suharso Monoarfa: Amplop Suharso
”Pokoknya hati-hati sajalah. Nanti kamu tahu sendirilah.”
Aku menduga-duga, apa ini ada hubungannya dengan kejadian semalam? Selangkah sebelum keluar, di pintu ruangan Bang Ado aku bertanya, ”Abang kenal Bang Ameng?”
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan dan Hasan Aspahani: Siapa Membunuh Putri (2)
”Kenal. Tapi Eel yang lebih dekat dengan dia,” kata Bang Ado, sambil tersenyum penuh isyarat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News