
GenPI.co - Polemik pegawai KPK yang tak lolos TWK memunculkan dua kekuatan mahasiswa. Ada BEM SI vs BEM Nusantara yang adu argumen. Lantas siapa yang lebih kuat?
Sebelumnya, Presiden Jokowi diultimatum mengangkat kembali Novel Baswedan sekaligus membatalkan hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK.
Presiden Jokowi hanya diberi waktu 3×24 jam untuk memenuhinya.
BACA JUGA: Ferdinand Hutahaean Seret BEM SI: Sombong Tidak Tahu Diri
Tuntutan itu disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (Gasak).
Tuntutan BEM SI dan Gasak itu disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada Presiden Jokowi, pada Kamis (23/9/2021).
BACA JUGA: BEM SI Bakal Lumpuhkan Jakarta, Memang Jokowi Bisa Digertak?
Jika tidak, BEM SI dan Gasak akan turun ke jalan dengan menggelar aksi besar-besaran.
“Jika Bapak masih saja diam, maka kami bersama elemen rakyat akan turun ke jalan menyampaikan aspirasi yang rasional untuk Bapak realisasikan,” bunyi surat tersebut.
BACA JUGA: BEM SI Bakal Lumpuhkan Jakarta, Jokowi Punya Waktu 3 Hari
Menurut BEM SI dan Gasak, sejatinya ada sejumlah alasan yang bisa menjadi dasar bagi Presiden Jokowi untuk turun tangan langsung.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News