
GenPI.co - Analis politik Exposit Strategic Arif Susanto menilai Cokro TV yang dijalankan oleh dosen Universitas Indonesia Ade Armando sebenarnya adalah sebuah propaganda.
Bahkan, menurutnya, Cokto TV merupakan parasit bagi demokrasi di tanah air Indonesia.
“Cokro TV itu propaganda, itu parasit dalam demokrasi. Seperti virus yang numpang pada inangnya,” ujar Arif Susanto kepada GenPI.co, Kamis (1/7).
BACA JUGA: Profesor Angkat Bicara, Novel Baswedan Cs Bisa Gigit Jari
Menurut Arif Susanto, apa yang dilakukan oleh Ade Armando dalam Cokto TV bukan lanin tidak bukan yakni memanfaatkan kebebasan berpendapat untuk memanipulasi pikiran orang lain.
“Ya kalau ditanya, apakah itu diperbolehkan dalam demokrasi? Ya, diperbolehkan. Akan tetapi, tidak bisa memanipulasi kebebasan berpikir untuk keuntungan pribadi dan kerugian publik,” tegasnya.
BACA JUGA: Ada efek Ahok di Vonis Habib Rizieq? Pengamat Bilang...
Menurut Arif Susanto, melakukan pemihakan adalah hal yang normal. Akan tetapi, seharusnya pemihakan tersebut diterapkan terhadap kebijakan, bukan terhadap figur.
“Jadi kalau Jokowi benar, tidak selamanya Jokowi menjadi benar. Nggak masalah melakukan pemihakan tapi bukan terhadap figur. Kalau itu dilakukan, maka figur itu tak bisa dikritik kemudian,” tandasnya.(*)
BACA JUGA: Kena PHP Gibran, Pemain Bali United Bilang Begini
Simak video pilihan redaksi berikut ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News