
GenPI.co - Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga mengatakan dominasi pemimpin dari etnis Jawa secara umum bisa dijelaskan dari dua hal.
"Pertama, penduduk Indonesia dominasi etnis Jawa," kata Jamiluddin kepada GenPI.co, Minggu (20/6).
Dalam model komunikasi konvergensi, kata Jamiluddin, kesamaan itu akan memudahkan terjadinya komunikasi yang efektif.
BACA JUGA: Suarakan Jokowi 3 Periode, M Qodari bisa Diseret ke Polisi
Konvergensi inilah yang membuat pemilih akan cenderung memilih calonnya dari etnis yang sama.
"Kedua, perilaku pemilih di Indonesia masih didominasi pemilih emosional," lanjutnya.
BACA JUGA: Pernyataan Jusuf Kalla Tak Pantas Sebagai Negarawan
Pemilih seperti itu memiliki hubungan emosional sangat kuat dengan identitas yang membentuk dirinya sejak lahir. Identitas itu bisa terbentuk dalam paham ideologis, agama, dan budaya.
"Dominannya pemilih emosional akan menguntungkan calon presiden dari etnis Jawa dan beragama Islam," jelas Jamilludin.
BACA JUGA: Saran Pengamat, FPI Jangan Banyak Manuver
Oleh karena itu, mereka akan memilih calon yang memiliki dua kriteria tersebut. Jadi, selama perilaku pemilih Indonesia masih dominan emosional, peluang calon dari etnis non Jawa terpilih akan sangat kecil.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News