
Menurut Rochendi, ketika pendapatan dan daya beli masyarakat makin turun, maka akan timbul sebuah reaksi yang dinamakan people power.
"Tak ada jalan lain selain rezim ini harus diselesaikan. Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan masyarakat," ungkapnya.
Apalagi, jika kondisi ekonomi dan politik makin buruk, masyarakat tentu akan bereaksi dengan keras.
BACA JUGA: BEM SI Unjuk Rasa: Akhirnya Kami Sadar, Firli Bahuri Harus Mundur
Rochendi menilai jika pemerintah sudah tak memiliki kekuatan dan masyarakat tak menunjukkan sikap atau reaksi, maka Indonesia bisa dengan mudah diambil alih oleh negara asing.
"Indonesia bisa saja dengan mudah dikendalikan negara lain, contohnya China. Hal itu sudah terjadi di Somalia, di sana sudah hampir 80 persen dikuasai oleh China," bebernya.
BACA JUGA: Minum Air Kelapa Hijau Campur Madu Khasiatnya Mencengangkan
Menurut Rochendi, bahwa Indonesia harus berani untuk menghindari kendali politik dan ekonomi dari negara lain, salah satunya dalam bentuk utang.
Lebih lanjut, Rochendi menyarankan pemerintah Indonesia untuk mencontoh pemerintah Malaysia yang dengan tegas menolak proyek pembangunan dari China.
"Proyek itu ditolak, karena tidak mendapat persetujuan parlemen. Jadi, begitu Najib Razak ketahuan korupsi, proyek dibatalkan dan Malaysia tidak mau bayar sama sekali ke China," jelasnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News