
“Namun, isinya justru meminta agar pegawai dimaksud menyerahkan tugas dan tanggung jawab (nonjob). Menurut saya adalah tindakan ketua KPK yang sewenang-wenang,” ujar Novel.
Lebih lanjut, hal yang dilakukan ketua KPK Firli Bahuri kepada pegawai KPK kurang tepat.
“Seorang Ketua KPK bertindak sewenang-wenang dan berlebihan seperti ini, yang menarik dan perlu menjadi perhatian,” jelas dia.
Sebab menggambarkan masalah serius yang sesungguhnya.
“Akibat dari tindakan sewenang-wenang tersebut, para penyidik atau penyelidik yang tangani perkara disuruh berhenti tangani perkara,” kata Novel.
Dia juga menyatakan masalah tersebut merugikan kepentingan semua pihak dalam agenda pemberantasan korupsi.
BACA JUGA: ICW: Pimpinan KPK Sengaja Hambat Pengusutan Kasus Korupsi Besar!
“Makin menggambarkan adanya ambisi untuk menyingkirkan pegawai-pegawai berintegritas dengan segala cara,” ungkap Novel.
Novel Seperti Berjuang Sendirian, Di Mana Perlindungan dan Keadilan?
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News