
"Di sini terkesan Nadiem tidak memahami hal itu sehingga ceroboh meloloskan PP tanpa memasukkan Pancasila dan Bahasa Indonesia," jelas Jamiluddin.
Ketiga, hilangnya nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan pahlawan nasional KH Hasyim Asyari dari buku atau kamus sejarah online yang diterbitkan dan dikelola Direktorat Sejarah, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud.
BACA JUGA: Angkatan Muda Ka'bah Sentil Menteri Nadiem Makarim
"Hilangnya nama pendiiri NU juga tak jelas sebab musababnya. Di sini makin menguatkan dugaan bahwa Nadiem tak punya kendali yang kuat di Kemendikbud," tegas Jamiluddin.
Video heboh hari ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News