
GenPI.co - Pembangkit listrik tenaga air yang melimpah di Nepal membantu negara di Himalaya tersebut mengurangi impor minyak dan membersihkan udaranya, berkat lonjakan penjualan kendaraan listrik.
Dilansir AP News, hampir seluruh listrik yang dihasilkan di Nepal merupakan energi ramah lingkungan, sebagian besar dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air yang dialiri sungai.
Berkat sumber listrik yang melimpah, negara ini dengan cepat memperluas jaringan pengisian daya dan impor kendaraan listrik meningkat dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, menurut data bea cukai.
BACA JUGA: Mobil Terjun ke Sungai di Sumsel, 4 Orang Meninggal Dunia
Otoritas Listrik Nepal memperkirakan penggunaan kendaraan listrik telah mengurangi biaya impor minyak sebesar USD 22 juta per tahun, dan penghematannya semakin meningkat.
Akses terhadap listrik di Nepal telah melonjak dalam tiga dekade terakhir seiring selesainya proyek pembangkit listrik tenaga air.
BACA JUGA: Undang-Undang Mobilisasi yang Memecah Belah di Ukraina Mulai Berlaku
Saat ini, hanya 6% populasi yang bisa menjangkau jaringan listrik yang berkembang pesat di negara ini.
Hal ini memungkinkan negara ini untuk melompati negara tetangganya dalam mengadopsi kendaraan listrik.
BACA JUGA: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membeli Mobil Tesla Bekas
Nepal sejauh ini memiliki kapasitas puncak untuk memproduksi listrik sebesar 2.600 megawatt dan kapasitas tersebut akan terus meningkat seiring dengan selesainya pembangunan pembangkit listrik tenaga air baru.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News