
Cuka balsamik tradisional terkonsentrasi pada senyawa fenolik seperti eugenol, 4- ethylguaiacol, dan vanillin, memiliki sifat pelindung seluler yang kuat.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa cuka balsamic dapat meningkatkan regulasi glukosa (gula) darah setelah makan makanan kaya karbohidrat.
Hal itu dengan mengurangi aktivitas amilase pankreas, enzim pencernaan yang memecah pati menjadi gula sederhana yang diserap ke dalam aliran darah.
BACA JUGA: Ketahui Manfaat Vitamin C dan Retinol untuk Kulit
Menambahkan cuka balsamic ke makanan kaya karbohidrat dapat mengendalikan kadar gula darah setelah makan.
Cuka balsamik yang dibuat secara tradisional memiliki konsistensi seperti sirup, yang lebih kental daripada cuka lainnya.
BACA JUGA: Minyak Hati Ikan Kod, Suplemen Kesehatan yang Kaya Omega-3 dan Vitamin D
Cuka ini memiliki rasa yang kompleks, manis, dan asam dan umumnya digunakan sebagai bumbu dan ditambahkan ke resep seperti hidangan daging dan pasta.
Tidak seperti cuka lainnya, cuka balsamik mengandung kalori dan karbohidrat.
BACA JUGA: Cara Tepat Mengonsumsi Vitamin K2, Bagus untuk Kesehatan Tulang
Satu sendok makan cuka balsamik mengandung 50 kalori dan 12,5 gram (g) karbohidrat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News