
Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB diharapkan dapat terus meningkatkan diri seperti penampilan, skill dan behaviour dengan lisensi yang ada. Pemerintahan daerah juga diminta untuk terus memberikan perhatian dalam upgrading para pramuwisasata di NTB.
Hal tersebut diungkapkan Wakil direktur Bidang akademik dan kerjasama internasional Poltekpar negeri Lombok, Farid Said. Ia didaulat untuk Musyawarah Daerah Ketiga Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Senin (9/7) di Mataram.
Musda tersebut dihadiri oleh beberapa stakeholder pariwisata. Mereka adalah Asita, INCCA, ASPPI, BPPD, POLTEKPAR dan PHRI. Ada pula DPP, DPD bali dan NTT dan Perwakilan anggota DPC se Nusa Tenggara Barat.
Sementara Ketua HPI Ainuddin mengungkapkan rentetan kesuksesan yang telah dicapai HPI selama ini. “Hubungan HPI dengan Pemerintah sangat luar biasa. Ada saling mendukung antara satu dan lainnya.Begitu juga dengan stakeholder dan masyarakat, karena HPI meyakini bahwa Pariwisata ini akan tumbuh dan berkembang atas kerjasama semua pihak tanpa terkecuali,” katanya.
HPI NTB, jelas Ainuddin, juga telah mampu mendekatkan diri, memberikan pembimbingan kepada masyarakat terutama terkait pelayanan dalam objek –objek pariwisata. Ini dimaksudkan agar wisatawan semakin merasa nyaman ketika mengunjungi destinasi wisata.
"Kehadiran HPI diyakini sebagai 'Corong Pariwisata' dimana mereka hadir menjembatani para pelaku wisata (travel agent) dengan para wisatawan dengan memberikan pelayanan dan kenyamanan terbaik. Selain itu, HPI hadir untuk menjadi teman perjalanan yang menyenangkan bagi para wisatawan dengan misi menyebarkan berita ke seantero dunia", pungkasnya
Pelaksanaan MUSDA HPI juga menentukan Ketua baru periode tahun 2018 - 2023. Terdapat beberapa nama kandidat yang bersaing yakni Ainuddin selaku petahana serta Fahrurrozi Gaffar yang kenal sebagai Pramuwisata terbaik se-Asia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News