
Sebagai upaya mengurangi sampah plastik seperti sedotan, dibuatlah penggantinya yang dapat digunakan berkali-kali. Bahan yang dipilih adalah menggunakan bambu lantaran memiliki rongga pada batangnya. Selain alami, sedotan bambu dapat digunakan berkali-kali dan disimpan. Sedotan bambu juga ramah lingkungan karena mudah terurai.
Salah satu komunitas pecinta lingkungan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Raiu tengah mengembangkan pengembangan sedotan bambu. Komunitas bernama Yayasan Ecology ini memroduksi sedotan bambu sebagai upaya mengurangi penggunaan sedotan berbahan plastik. Dalam pembuatannya, Yayasan Ecology berkolaborasi dengan masyarakat di Kabupaten Bintan.
Baca juga: Kurangi Sampah, Komunitas ini Bikin Sedotan dari Bambu
Lantas bagaimana cara membuat sedotan bambu tersebut? Rupanya ada beberapa langkah yang harus dilewati agar dapat menghasilkan sedotan bambu yang baik.
Memilih Bambu
Langkah pertama adalah memilih ukuran bambu yang sesuai dengan diameter sedotan yang akan dibuat. Biasanya jika ditanam dengan waktu yang sudah ditentukan, akan mendapatkan ukuran yang diinginkan saat akan menebangnya.
Jemur di Bawah Sinar Matahari
Setelah bambu siap dipilih, di-treatment dengan metode pemanasan sinar matahari. Proses ini untuk menghilangkan kadar air yang terkandung didalamnya. Saat bambu mulai mengering, batangnya akan berkontraksi dan mengkerut. Proses pengkerutan ini dimulai sejak bambu ditebang, dan dapat mengurangi diameter bambu hingga 16% dan mengurangi ketebalannya hingga 17%.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News