
Pasukan pemerintah Ukraina telah memerangi separatis yang didukung Rusia di daerah itu sejak 2014, ketika Moskow mencaplok semenanjung Krimea setelah pemberontakan yang menggulingkan Presiden Ukraina yang bersahabat dengan Kremlin, Viktor Yanukovych.
Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin Dmitry Peskov menerangkan pihaknya tidak melihat alasan untuk meragukan kematian yang dilaporkan dari anak berusia lima tahun itu, meskipun Kremlin tidak memiliki 'informasi yang diverifikasi' tentang masalah tersebut.
BACA JUGA: Taiwan Teriak Merdeka, China Pekikkan Perang Terbuka
“Tentu saja, sulit membayangkan bahwa mereka akan menggunakan kematian seorang anak untuk menyebarkan berita palsu,” tegas Peskov.
Dia sekali lagi menuduh Kyiv melanggar perjanjian perdamaian dan menyebut kematian dan cedera warga sipil sebagai 'konsekuensi pahit' dari konflik yang sejauh ini masih belum terselesaikan.(*)
Lihat video seru ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News