.webp)
GenPI.co - Usai keluar dari keluarga Kerajaan Inggris, kehidupan Meghan Markle dan Pangeran Harry tak luput dari sorotan. Belakangan, Meghan dituding telah melakukan penindasan terhadap staf kerajaan saat masih tinggal di Istana Kensington, Inggris.
Mendengar kabar ini, Meghan terkejut dan melakukan klarifikasi. Dalam wawancara bersama Oprah Winfrey, calon ibu dua anak ini pun mengatakan hal yang menohok.
BACA JUGA: Wawancara Perdana, Meghan-Harry Dicecar Pertanyaan Tajam Oprah
"Bagaimana perasaan Anda tentang Istana mendengar Anda berbicara kebenarannya hari ini?" tanya Oprah Winfrey.
"Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa mengharapkan bahwa, setelah sekian lama, kami akan tetap diam jika ada peran aktif yang dimainkan oleh The Firm dalam melanggengkan kebohongan tentang kami," jawab Meghan Markle.
Dilansir dari The Sun, sebuah artikel The Times mengatakan, jika Meghan berperilaku kurang menyenangkan terhadap staf kerajaan. Artikel itu menyebutkan, sikap Meghan seperti itu tidak hanya satu orang saja.
Hal itu dikuak oleh salah satu mantan staf kerajaan sekretaris komunikasi Meghan Markle dan Pangeran Harry, Jason Knauf.
Dia mengatakan, Meghan pernah mengusir paksa dua asisten pribadi. Sejumlah staf juga menangis akibat perlakuan buruknya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News