
Amerika Serikat sendiri sebelumnya menekan Israel untuk membatalkan upaya menjual drone pengumpul informasi intelijen ke China
Kondisi itu terjadi setelah sebulan setelah tiga penjualan senjata secara ilegal ke negara-negara di Asia.
BACA JUGA: Biarawati Nekat Adang Polisi, 100-an Pedemo Berhasil Selamat
Drone 'Kamikaze' yang dijual secara ilegal tersebut diproduksi oleh raksasa pertahanan lokal Rafael dan Industri Dirgantara Israel.
Drone tersebut merupakan gabungan antara drone dan peluru kendali. Senjata mematikan itu bisa terbang di udara dalam kurun waktu yang lama sebelum menyerang target.
Kendati demikian, mengingat sifat mutakhir dari platform senjata otonom, hanya ada sedikit cara hukum internasional yang mengatur produksi atau penjualannya.(*)
BACA JUGA: Kementerian Kesepian di Jepang, Tugasnya Ternyata Penting Banget!
Jangan lewatkan video populer ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News