
Implan kecil yang dikembangkan perusahaan ini memiliki lebih dari 3.000 elektroda, yang dipasang pada benang fleksibel berukuran sekitar sepersepuluh dari ukuran rambut, yang mampu memantau sekitar 1.000 neuron.
Tujuan utamanya adalah untuk membuat antarmuka otak-komputer, dan itu sedang diujicobakan untuk merawat orang-orang dengan cedera otak dan tulang belakang.
Musk mengungkapkan bahwa perangkat implan juga dapat benar-benar menyelesaikan masalah ini, seperti kehilangan memori, gangguan pendengaran, depresi dan insomnia.
Beberapa ide yang lebih konseptual yang dipuji oleh Musk belum dianggap layak oleh para ilmuwan, termasuk semacam keadaan aman di otak.
“Jadi jika mati keadaanmu bisa dikembalikan dalam bentuk tubuh manusia lain atau tubuh robot. Jadi, Anda bisa memutuskan apakah Anda ingin menjadi robot atau orang atau apa pun," imbuh dia.
BACA JUGA: Diterjang Badai Salju, Situasi AS Runtuh
Sementara, Kepala Ahli Bedah Neuralink, Dr Matthew MacDougall, menambahkan uji coba pertama akan fokus pada pasien dengan kelumpuhan atau paraplegia, meskipun dia belum memberikan tanggal kapan uji coba ini akan dimulai.
Menurut perusahaan, teknologi tersebut dapat berkontribusi untuk menemukan obat untuk kondisi neurologis seperti Alzheimer, demensia, dan cedera tulang belakang.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News