Iran Panggil 4 Utusan Eropa Atas Tuduhan Memasok Rudal Balistik ke Rusia

Iran Panggil 4 Utusan Eropa Atas Tuduhan Memasok Rudal Balistik ke Rusia - GenPI.co
Ilustrasi rudal. Pemerintah Iran memanggil empat utusan Eropa atas tuduhan memasok rudal balistik ke Rusia. Foto: Dok.Iranian Revolutionary Guard via AP

GenPI.co - Pemerintah Iran pada hari Kamis memanggil utusan Inggris, Prancis, Jerman dan Belanda atas tuduhan mereka bahwa Teheran memasok rudal balistik jarak pendek ke Rusia untuk digunakan melawan Ukraina.

Dilansir AP News, kantor berita pemerintah IRNA melaporkan bahwa kementerian luar negeri negara itu memanggil utusan secara terpisah pada hari Kamis untuk mengutuk keras tuduhan tersebut.

IRNA mengatakan kementerian tersebut juga mengecam Inggris, Prancis, dan Jerman karena mengeluarkan pernyataan bersama yang menentang Iran dan menyebutnya sebagai “pernyataan yang tidak konvensional dan tidak konstruktif.”

BACA JUGA:  Rudal Balistik Iran di Rusia Menjadi Target yang Sah, Kata Pejabat Ukraina

Pernyataan bersama yang dikeluarkan hari Selasa itu mengecam dugaan transfer rudal, menyebutnya sebagai “eskalasi oleh Iran dan Rusia” dan “ancaman langsung terhadap keamanan Eropa.”

Ketiga negara juga mengumumkan sanksi baru terhadap Iran, termasuk pembatalan perjanjian layanan udara dengan Iran, yang akan membatasi kemampuan Iran Air untuk terbang ke Inggris dan Eropa.

BACA JUGA:  Rudal Rusia Hancurkan Akademi Militer dan Rumah Sakit Ukraina, Puluhan Orang Tewas

IRNA mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Iran memberi tahu para utusan tersebut bahwa desakan mereka untuk mengambil posisi seperti itu dipandang sebagai bagian dari kebijakan permusuhan Barat yang sedang berlangsung terhadap rakyat Iran.

Tindakan tersebut akan "ditanggapi dengan tanggapan yang tepat dari Republik Islam Iran."

BACA JUGA:  Rudal Balistik Rusia Menewaskan 49 Orang di Kota Poltava, Kata Pejabat Ukraina

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan minggu ini bahwa Iran telah mengabaikan peringatan bahwa transfer senjata semacam itu akan menjadi eskalasi konflik yang mendalam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya