
Pada hari Selasa juga, Putin mengunjungi makam ayah Kadyrov, mantan pemimpin Chechnya Akhmat Kadyrov, sebuah pos komando dan sebuah masjid di ibu kota setempat, Grozny.
Pada akhir acara, ia mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Chechnya, yang mengumumkan bahwa republik tersebut memiliki "puluhan ribu" pasukan cadangan yang siap untuk melawan Ukraina, menurut laporan media pemerintah Rusia.
Laporan tersebut tidak menyebutkan apakah ada di antara mereka yang akan dikirim untuk menangkal serbuan Kyiv ke wilayah Rusia, Kursk.
BACA JUGA: Presiden Ukraina Sebut Serangan ke Wilayah Kursk Rusia untuk Ciptakan Zona Penyangga
Kremlin mengandalkan Kadyrov untuk menjaga stabilitas Kaukasus Utara setelah bertahun-tahun dilanda kekacauan.
Kelompok hak asasi internasional menuduh pasukan keamanan Kadyrov melakukan pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, dan penculikan terhadap para pembangkang, tetapi otoritas Rusia telah berulang kali menolak permintaan penyelidikan.
BACA JUGA: Fakta Kota Sudza di Rusia yang Diklaim Sudah Dikuasai Ukraina
Kremlin mengerahkan pejuang dari Chechnya untuk membantu melindungi Moskow dari pemberontakan yang gagal yang dilancarkan oleh kepala tentara bayaran Yevgeny Prigozhin tahun lalu.
Tetapi beberapa komentator memperingatkan bahwa ambisi Kadyrov juga berpotensi menimbulkan ancaman bagi otoritas federal.
BACA JUGA: Kunjungan ke Rusia Dikritik, PM India Bakal Bertemu Presiden Ukraina
Hingga Selasa malam, baik Kremlin maupun Kadyrov tidak membagikan rincian apa pun tentang tujuan dan waktu kunjungan tak terduga Putin tersebut, sementara Kadyrov hanya mengatakan bahwa “jadwal padat” menanti pemimpin Rusia tersebut.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News