
GenPI.co - Pengadilan Kriminal Internasional pada Selasa mengatakan pihaknya mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap mantan menteri pertahanan Rusia dan kepala staf militernya atas serangan terhadap pembangkit listrik Ukraina.
Dilansir AP News, tidak ada kemungkinan mantan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu atau kepala staf Jenderal Valery Gerasimov ditahan untuk menghadapi tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan karena tindakan tidak manusiawi.
Rusia bukan anggota pengadilan, tidak mengakui yurisdiksinya dan menolak menyerahkan tersangka.
BACA JUGA: Innalillahi! 234 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi, Rata-Rata Berusia 60-70 Tahun
Namun, tindakan tersebut menambah kecaman moral terhadap invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Surat perintah tersebut merupakan upaya terbaru pengadilan global untuk melakukan intervensi dalam konflik besar.
BACA JUGA: Bikin Perjanjian Baru dengan Korea Utara, Rusia Menantang Barat Soal Ukraina
Awal tahun ini, ketua jaksa pengadilan meminta surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menteri pertahanannya dan tiga pemimpin kelompok militan Hamas atas serangan mematikan yang dilakukan militan di Israel selatan dan perang yang terjadi di Gaza.
Tahun lalu, pengadilan mengeluarkan surat perintah untuk Presiden Rusia Vladimir Putin, menuduhnya bertanggung jawab secara pribadi atas penculikan anak-anak dari Ukraina.
BACA JUGA: Orang Bersenjata Tembak 15 Petugas Polisi dan Warga Sipil di Dagestan Rusia
Hal itu terkadang mempersulit perjalanannya meskipun implikasi praktisnya terbatas.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News