
GenPI.co - Situasi di garis depan di Ukraina timur makin memburuk, namun para pembela HAM lokal sejauh ini bertahan melawan tekanan gabungan dari pasukan Rusia yang lebih besar dan lebih lengkap, kata seorang pejabat senior militer Ukraina, Kamis.
Dilansir AP News, Nazar Voloshyn, juru bicara komando strategis Ukraina di timur negara itu, mengatakan Rusia telah mengumpulkan pasukan di wilayah Donetsk dalam upaya menembus garis pertahanan Ukraina.
“Musuh secara aktif menyerang di seluruh garis depan, dan di beberapa arah mereka telah mencapai kemajuan taktis tertentu,” ujarnya di televisi nasional. “Situasinya berubah secara dinamis.”
BACA JUGA: Bantuan Militer dari AS Membantu Ukraina Menghambat Serangan Rusia
Rusia telah membuat Ukraina tertinggal di medan perang ketika Kyiv bergulat dengan kekurangan pasukan dan amunisi.
Pasukan Ukraina kini berlomba membangun benteng yang lebih defensif di garis depan sepanjang sekitar 1.000 kilometer (600 mil).
BACA JUGA: Kyiv Luncurkan Drone, Rusia Kembali Serang Sektor Energi Ukraina
Kesulitan yang dihadapi Ukraina semakin parah selama berbulan-bulan ketika militer menunggu bantuan militer baru yang penting dari Amerika Serikat.
Dukungan tersebut ditahan di Washington selama enam bulan.
BACA JUGA: Bertempur Sengit dengan Rusia, Pasukan Ukraina Mulai Kewalahan
Tentara Ukraina mundur dari Avdiivka, sebuah kota di wilayah Donetsk, pada bulan Februari di bawah serangan Rusia yang melemahkan kekuatan tempur dan moral mereka.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News