
GenPI.co - Ketika kampanye presiden AS makin dekat dengan pertarungan ulang Donald Trump dengan Joe Biden, China menunjukkan tidak ada ketertarikan.
Dilansir AP News, ada kekhawatiran mengenai kampanye itu sendiri, di mana para kandidat cenderung akan berbicara keras terhadap China.
Hal ini dapat mengancam perbaikan rapuh dalam hubungan AS-China yang terlihat dalam beberapa bulan terakhir.
BACA JUGA: China Memperingatkan Amerika Serikat untuk Tidak Mendukung Kemerdekaan Taiwan
Lalu ada hasil pemungutan suara bulan November. Tidak ada kandidat yang menarik perhatian Beijing.
Meskipun Biden mencari bidang kerja sama dengan China, Beijing prihatin dengan upayanya menyatukan sekutu di Indo-Pasifik dalam koalisi melawan China.
BACA JUGA: China Melarang Penggunaan iPhone di Seluruh Lembaga Pemerintah
Mereka juga merasa gugup dengan pendekatannya terhadap Taiwan setelah ia berulang kali mengatakan bahwa ia akan meminta pasukan AS untuk mempertahankan Taiwan jika terjadi konflik dengan China.
Trump, dengan pendekatan isolasionisnya terhadap kebijakan luar negeri, mungkin lebih ragu untuk membela Taiwan.
BACA JUGA: Tak Terima Ada Produk Tas Tiruan, Uniqlo Gugat Raksasa Mode China
Namun tidak ada yang bisa dikesampingkan mengingat ketidakpastian dan retorika kerasnya terhadap China, yang ia salahkan sebagai penyebab wabah covid-19 yang mengganggu akhir masa jabatannya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News