
GenPI.co - Senin (26/9) pekan lalu, dunia menyaksikan pesawat ruang angkasa NASA bernama DART menabrak asteroid dengan kecepatan 22.500 km per jam.
NASA sengaja menabrak batu angkasa seukuran Colosseum Roma setelah melakukan perjalanan tujuh juta mil dari Bumi.
Tes senilai 325 juta dolar itu adalah bagian dari pekerjaan NASA pada sistem pertahanan planet untuk menyelamatkan Bumi dari serangan asteroid.
BACA JUGA: Detik-detik Pesawat NASA Menabrak Asteroid, Sungguh Dramatis!
Pasalnya asteroud Chicxulub, yang mendarat sekitar 66 juta tahun yang lalu di lepas pantai Yucatan, Meksiko saat ini menyebabkan kepunahan dinosaurus.
Tabrakan DART yang seukuran mesin penjual otomatis itu sendiri tidak menghancurkan asteroid.
BACA JUGA: Pesawat Ruang Angkasa NASA Tabrak Asteroid, Silakan Tepuk Tangan!
Para ilmuwan hanya menginginkan dampak tabrakan untuk mendorong asteroid bernama Dimorphos ke orbit yang sedikit lebih ketat di sekitar asteroid yang lebih besar yang bernama Didimos.
Kini para astronom di seluruh dunia sedang mempelajari data dan foto dari banyak teleskop untuk menentukan keberhasilan DART.
BACA JUGA: Asteroid Pembawa Maut Mendekati Bumi, NASA Beri Peringatan
Mereka termasuk astronom Universitas Hawaiʻi dan 2 siswa tahun kedua dari SMA Maui, Wilson Chau dan Holden Suzuki.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News