
GenPI.co - Kelompok pemantau polisi OVD-Info pada Rabu (21/9) menyebut, lebih dari 1.300 orang telah ditangkap dalam demonstrasi yang terjadi di seluruh Rusia.
Mereka ditangkap menentang pengumuman Presiden Vladimir Putin tentang mobilisasi sebagian warga sipil untuk berperang di Ukraina.
OVD-Info menghitung setidaknya 1.332 orang ditahan dalam aksi unjuk rasa di 38 kota berbeda di seluruh negeri setelah pidato pagi Putin kepada negara tersebut.
BACA JUGA: Korea Utara Bantah Mengekspor Senjata ke Rusia
Protes tersebut merupakan yang terbesar di Rusia sejak demonstrasi yang pecah menyusul pengumuman intervensi militer Moskow di Ukraina pada Februari.
Wartawan AFP di pusat ibukota Rusia Moskow mengatakan setidaknya 50 orang ditahan oleh polisi yang mengenakan perlengkapan anti huru hara di jalan perbelanjaan utama.
BACA JUGA: Rekaman Video Mengerikan di Ukraina, Rusia Pakai Bom Mematikan
Di bekas ibu kota kekaisaran Rusia, Saint Petersburg, wartawan AFP melihat polisi mengepung sekelompok kecil pengunjuk rasa dan menahan mereka satu per satu, memasukkan mereka ke dalam bus.
Para pengunjuk rasa meneriakkan "Tidak ada mobilisasi!"
BACA JUGA: Tak Diundang ke Pemakaman Ratu Elizabeth II, Rusia Kirim Pernyataan Mengejutkan
Vasily Fedorov, seorang mahasiswa yang mengenakan simbol pasifis di tangannya menguak kondisi yang terjadi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News