
Presiden AS saat itu Donald Trump meninggalkan kesepakatan pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi AS.
Hal itu mendorong Iran untuk mulai melanggar pembatasan nuklir kesepakatan dan menghidupkan kembali kekhawatiran AS, Arab, dan Israel yang menuding negara itu membangun bom atom.
Iran sendiri selalu membantah bahwa memiliki ambisi membangun senjata nuklir.
BACA JUGA: Kelompok Spionase Siber Pendukung Rezim Iran, Targetnya Para Oposisi
Sebelumnya pada Rabu (7/9), IAEA mengatakan bahwa stok uranium Iran yang diperkaya hingga 60%.
Jumlah tersebut telah tumbuh menjadi cukup jika diperkaya lebih lanjut untuk sebuah bom nuklir.(*)
BACA JUGA: Ancaman Serangan Israel Makin Nyata, Iran Bangun Sistem Pertahanan Sipil
Simak video pilihan redaksi berikut ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News