
GenPI.co - Pejabat kesehatan di China sedang memantau penyebaran virus Langya yang telah ditemukan pada puluhan orang warganya.
Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) di Taiwan pada hari Minggu melaporkan bahwa mereka sedang memantau perkembangan baru seputar penyakit baru itu.
Virus Langya atau Langya henipavirus (LayV) pertama kali terdeteksi pada akhir 2018.
BACA JUGA: Dedengkot Hizbullah Peringatkan Israel yang Targetkan Militan Palestina
Focus Taiwan yang melansir laporan CDC menyebut, sejauh ini 35 orang di China telah dites positif dalam beberapa pekan terakhir.
Kasus-kasus telah dilaporkan dari provinsi Shandong dan Henan, yang berbagi perbatasan dan terletak di timur laut China.
BACA JUGA: Gencatan Senjata di Jalur Gaza, Pasukan Israel Gantian Sikat Tepi Barat
Wakil Direktur Jenderal CDC Taiwan Chuang Jen-Hsiang menjelaskan bahwa dalam semua kecuali sembilan kasus yang didokumentasikan, pasien hanya terinfeksi virus Langya.
Gejala khas termasuk demam, kelelahan, batuk, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, mual, sakit kepala dan muntah.
BACA JUGA: Air Menerjang Bagai Tsunami, Warga London Utara Panik
Dalam kasus yang lebih parah, pasien telah menunjukkan penurunan sel darah putih, jumlah trombosit yang rendah, gagal hati dan gagal ginjal. Tidak ada kematian yang dilaporkan sejauh ini.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News