
GenPI.co - Wakil Sekretaris Majma Kiswatil Ka'bah Al-Musyarrafah, Ir Faris Al Mathraf mengatakan, penggantian kain penutup ka’bah (kiswah) menghabiskan dana sebesar 25 juta Riyal Arab Saudi
Nilai tersebut setara Rp100 miliar dengan kurs Rp4.000. Pembuatan kiswah dilakukan setiap tahun.
"Di sini adalah produksi dengan bahan yang paling mahal di dunia," kata Faris Al Mathraf kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief, di Mekkah, Rabu. (28/7).
BACA JUGA: Ini Cara Cek Arah Kiblat Saat Matahari Tepat di Atas Kabah 27 Mei
Dia menjelaskan sebanyak 120 kilogram emas dan 100 kilogram perak yang melapisi benang untuk menyulam kaligrafi dan Asmaul Husna di atas kain hitam itu.
Selain itu, pembuatan kiswah dibutuhkan sebanyak 760 kilogram sutera untuk pembuatan kain penutup itu.
BACA JUGA: Kabah Metaverse Bikin Heboh, Begini Cerita di Baliknya
Sutera tersebut berasal dari Italia sementara emas dan perak dari Jerman. Pembuatannya dikerjakan oleh sebanyak 220 teknisi dan seniman.
Dibutuhkan waktu sekitar delapan sampai 10 bulan untuk pengerjaan Kiswah yang berukuran 6,3 meter kali 3,3 meter.
BACA JUGA: Angkatan Muda Kabah Siapkan Program untuk Kaum Milenial
Kiswah diganti setiap tahun biasanya pada 9 Dzulhijjah atau bersamaan dengan jamaah haji wukuf di Arafah yang menandai dimulainya ibadah haji.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News