
GenPI.co - Sebagai bagian dari peningkatan kehadiran Israel di Teluk Arab, negara Yahudi itu telah menjual kendaraan udara tak berawak dan sistem anti-drone ke Bahrain.
Menurut sebuah laporan di The Wall Street Journal dikutip Rabu (13/7), dinas keamanan internal Mossad dan Shin Bet Israel juga telah mulai melatih petugas intelijen Bahrain.
Laporan itu muncul ketika Presiden AS Joe Biden memulai kunjungannya ke Israel dan Arab Saudi.
BACA JUGA: AS dan Israel Mesra dengan Negara Arab, Iran Mengamuk
Kedatangan Biden dalam upaya untuk memajukan aliansi militer untuk melawan permusuhan Iran, yang dikenal sebagai Pertahanan Udara Timur Tengah/Middle East Air Defense (MEAD).
Meskipun tidak jelas UAV jenis apa yang dijual ke kerajaan Teluk, Israel sendiri adalah pengekspor drone terkemuka.
BACA JUGA: Iron Dome Israel Keok di Hadapan Rudal Rusia
Menurut unit ekspor militer Kementerian Pertahanan (SIBAT), sistem drone dan UAV mencapai 9% dari semua ekspor pada tahun 2021.
Sementara itu, ekspor sistem intelijen, informasi, dan siber mencapai 4%.
BACA JUGA: Hizbullah Serang Ladang Gas Israel pakai Drone Buatan Iran
Para pejabat pertahanan Israel telah mengadakan sekitar 150 pertemuan negara-negara Arab sejak penandatanganan Abraham Accord pada Agustus 2020.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News