
GenPI.co - Presiden Ebrahim Raisi pada Senin (23/5) bersumpah akan membalas pembunuhan perwira Garda Revolusi Iran atau IRGC.
Kolonel Hassan Sayad Khodayari nama perwira itu, ditembak mati hari Minggu (22/5) di luar rumahnya oleh penyerang sepeda motor.
Iran menuding pelaku pembunuhan itu pada "elemen yang terkait dengan arogansi global," istilah untuk Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Israel.
BACA JUGA: Perwira Garda Revolusi Iran Diberondong Peluru, Ulah Israel?
"Saya bersikeras pada pengejaran serius (para pembunuh) oleh pejabat keamanan, dan saya tidak ragu bahwa darah martir besar ini akan dibalaskan," kata Raisi.
Menggemakan apa yang dikatakan IRGC sehari sebelumnya, Raisi yakin bahwa tindakan itu dilakukan tangan arogansi global.
BACA JUGA: Ada Cairan di Perut, Vladimir Putin Harus Jalani Operasi
Menurut laporan tanpa sumber di media Ibrani, Khodayari telah merencanakan penculikan dan upaya lain untuk menyerang sasaran Israel dan Yahudi di seluruh dunia.
Khodayari ditembak lima kali oleh dua pria bersenjata tak dikenal di dalam mobilnya di tengah-tengah Teheran, menurut media pemerintah Iran.
BACA JUGA: Bos Hamas Berang, Yahudi Ultranasionalis disebut Sampah Talmud
Perwira tersebut dikatakan melakukan operasi di Suriah dan Irak dalam Pasukan Quds elite Garda yang mengawasi operasi di luar negeri.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News