
GenPI.co - Badai Megi yang menghantam Filipina tengah mengakibatkan bencana longsor yang menghancurkan banyak desa kawasan itu.
Dilansir dari AFP, Selasa (12/4) ini, sebanyak 27 orang tewas dan lebih dari 17 ribu penduduk meninggalkan rumah mereka.
Badai juga telah membanjiri rumah-rumah, memutuskan jalan dan mematikan listrik.
BACA JUGA: Topan Rai Sungguh Dahsyat, Korban Tewas di Filipina Sudah Segini
Tim penyelamat terhambat oleh lumpur dan hujan pada hari Selasa menggunakan tangan kosong dan sekop untuk mencari korban tanah longsor.
Selain korban tewas, 27 orang hilang setelah tanah longsor menghantam beberapa desa di sekitar Baybay City di provinsi Leyte.
BACA JUGA: Covid-19 Capai Rekor, Pemerintah Shanghai Curiga Ada yang Salah
Provinsi itu paling parah dilanda badai, dengan lebih dari 100 orang terluka, kata pihak berwenang.
Tiga orang juga tewas di provinsi tengah Negros Oriental dan tiga di pulau utama selatan Mindanao, menurut badan bencana nasional.
BACA JUGA: Covid-19 Mengamuk lagi di China, Shanghai Paling Babak Belur
Sebagian besar kematian di Leyte terjadi di desa pegunungan Mailhi di mana 14 mayat ditemukan, kata Kapten Angkatan Darat Kaharudin Cadil kepada AFP.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News