
GenPI.co - Para pekerja nondarurat di Konsulat AS (Amerika Serikat) di Shanghai, China diminta untuk segera meninggalkan negara itu.
Imbauan yang datang dari Departemen Luar Negeri AS itu karena lonjakan kasus Covid-19 di Shanghai dan China.
Pada hari Jumat (8/4), Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa personel non-darurat dapat secara sukarela meninggalkan konsulat.
BACA JUGA: Covid-19 Capai Rekor, Pemerintah Shanghai Curiga Ada yang Salah
Pendekatan tanpa toleransi China terhadap Covid-19, menetapkan karantina pusat bagi siapa pun yang dites positif bahkan tanpa gejala.
Hal itu makin diperketat oleh varian Omicron yang sangat menular, meskipun kurang mematikan.
BACA JUGA: Covid-19 Mengamuk lagi di China, Shanghai Paling Babak Belur
Praktik Shanghai yang paling kontroversial adalah memisahkan anak-anak yang positif Covid dari orang tua mereka.
Pekan lalu, Departemen Luar Negeri AS menyampaikan keprihatinannya tentang kebijakan Covid-19 China mengenai pemisahan anak-anak dan orang tua yang disebut berisiko.
BACA JUGA: Hanya Ada di China, Pohon Teh Pu Er Bisa Tumbuh hingga 16 Meter
Pernyataan AS itu pun ditanggapi oleh juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian pada pengarahan harian pada hari Selasa (12/4) di Beijing.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News