
Praktis seluruh rakyat Amerika kini terbebani oleh kenaikan harga bensin itu –mengingat kepemilikan mobil di sana yang merata.
Harga bensin saat ini sudah menyamai krisis energi di zaman Presiden Jimmy Carter –yang membuatnya gagal menambah satu periode.
Sebenarnya ada pilihan lain di sana: pindah ke mobil listrik. Permintaan terhadap mobil listrik naik sampai 39 persen.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan Rusia vs Ukraina dan G20: Together Stronger
Tapi stok mobil listrik terbatas. Terutama untuk kelas bawah. Produksi mobil listrik tidak bisa digenjot. Kelangkaan microchips belum teratasi sepenuhnya. Hingga sekarang.
Presiden Joe Biden bersikeras tidak mau membeli minyak dan gas dari Rusia. Ekonomi Rusia harus dilumpuhkan.
Bahkan Amerika tidak ''malu'' menjalin kontak baru dengan musuh lamanya: Venezuela. Rasanya Amerika akan menjadikan Venezuela sebagai pemasok baru minyak bumi.
Bagaimana dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab? Yang suka sohib tradisional Amerika?
Dua negara itu rupanya lagi ingin menekan Amerika. Mumpung ada momentum.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News